Minggu, 02 Januari 2022

IT Governance & Risk Management.

 

-IT GOVERNANCE-

COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992. COBIT Framework merupakan standar kontrol yang umum di dunia teknologi informasi, dengan memberikan kerangka kerja dan kontrol terhadap teknologi informasi yang dapat diterima dan diterapkan secara internasional.

 


COBIT dirancang untuk digunakan oleh tiga pengguna berbeda yaitu :

1. Manajemen

Dengan penerapan COBIT, manajemen dapat terbantu dalam proses penyeimbangan resiko dan pengendalian investasi dalam lingkungan IT yang tidak dapat diprediksi.

2. Pengguna

Pengguna dapat menggunakan COBIT untuk memperoleh keyakinan atas layanan keamanan dan pengendalian IT yang disediakan oleh pihak internal atau pihak ketiga.

3. Auditor

Dengan penerapan COBIT, auditor dapat memperoleh dukungan dalam opini yang dihasilkan dan/atau untuk memberikan saran kepada manajemen atas pengendalian internal yang ada.

 

COBIT berorientasi proses dan dijadikan standar panduan untuk mengelola organisasi atau perusahaan dalam mencapai tujuannya dengan memanfaatkan IT. Adapun aspek yang mendasari COBIT adalah kebutuhan bisnis (Business Requierement), sumber daya TI (IT Resources), Proses TI (IT Processes), dan Kriteria Informasi (Information)

 

1. Kebutuhan bisnis suatu organisasi atau perusahaan harus memenuhi kebutuhan akan informasi dalam hal kualitas (quality), kepercayaan (fiduciary) dan keamanan (security) yang diuraikan pada kriteria informasi sesuai COBIT sebagai berikut:

 

a. Effectiveness (Efektivitas). Informasi yang diperoleh harus relevan dan berkaitan dengan proses bisnis, konsisten dapat dipercaya, dan tepat waktu.

b. Effeciency (Efisiensi). Penyediaan informasi melalui penggunaan sumber daya (yang paling produktif dan ekonomis) yang optimal.

c. Confidentially (Kerahasiaan). Berkaitan dengan proteksi pada informasi penting dari pihak-pihak yang tidak memiliki hak otorisasi/tidak berwenang.

d. Integrity (Integritas). Berkaitan dengan keakuratan dan kelengkapan data/informasi dan tingkat validitas yang sesuai dengan ekspetasi dan nilai bisnis.

e. Availability (Ketersediaan). Fokus terhadap ketersediaan data/informasi ketika diperlukan dalam proses bisnis, baik sekarang maupun dimasa yang akan datang. Ini juga terkait dengan pengamanan atas sumber daya yang diperlukan dan terkait.

f. Compliance (Kepatuhan). Pemenuhan data/informasi yang sesuai dengan ketentuan hukum, peraturan, dan rencana perjanjian/kontrak untuk proses bisnis.

g. Reliability (Handal). Fokus pada pemberian informasi yang tepat bagi manajemen untuk mengoperasikan perusahaan dan pemenuhan kewajiban mereka untuk membuat laporan keuangan.

 

2. Sumber daya TI dalam COBIT dapat dijabarkan sebagai berikut :

 

a. Data. obyek-obyek dalam pengertian yang lebih luas (yakni internal dan eksternal), terstruktur dan tidak terstruktur, grafik, suara dan sebagainya.

b. Sistem aplikasi, dipahami untuk menyimpulkan atau meringkas, baik prosedur manual maupun yang terprogram.

c. Teknologi, mencakup hardware, sistem operasi, sistem manajemen database, jaringan (networking), multimedia, dan lain- lain.

d. Fasilitas, semua sumber daya untuk menyimpan dan mendukung system informasi.

e. Manusia, termasuk staf ahli, kesadaran dan produktivitas untuk merencanakan, mengorganisasikan atau melaksanakan, memperoleh, menyampaikan, mendukung dan memantau layanan sistem informasi.

 

3. Proses TI terdiri dari tiga segmen, yaitu domain, proses, dan aktivitas.

 

COBIT mengelompokkan semua aktivitas bisnis yang terjadi dalam organisasi menjadi 34 proses yang terbagi ke dalam empat buah domain proses, meliputi :

a. Plan and Organise (10 proses)

Meliputi strategi dan taktik yang berkaitan dengan identifikasi pemanfaatan IT yang dapat memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan bisnis.

Proses dalam domain ini adalah :

· Menetapkan rencana strategis TI

· Menetapkan susunan informasi

· Menetapkan kebijakan teknologi

· Menetapkan hubungan dan organisasi TI

· Mengelola investasi IT

· Mengkomunikasikan arah dan tujuan manajemen

· Mengelola sumberdaya manusia

 

b. Acquire and Implement (7 proses)

Merupakan domain proses yang merealisasikan strategi IT, serta solusi – solusi IT yang diperlukan untuk diterapkan pada proses bisnis organisasi. Pada domain ini pula dilakukan pengelolaan perubahan terhadap sistem eksisting untuk menjamin proses yang berkesinambungan.

Langkah – langkah domain ini adalah :

· Mengidentifikasi solusi terotomatisasi

· Mendapatkan dan memelihara software aplikasi

· Mendapatkan dan memelihara infrastruktur teknologi

· Mengembangkan dan memelihara prosedur

· Memasang dan mengakui sistem

· Mengelola perubahan

 

c. Delivery and Support (13 proses)

Domain ini berfokus utama pada aspek penyampaian atau pengiriman dari IT. Domain ini mencakup area-area seperti pengoperasian aplikasi – aplikasi dalam sistem IT dan hasilnya, dan juga, proses dukungan yang memungkinkan pengoperasian sistem IT tersebut dengan efektif dan efisien. Proses dukungan ini termasuk isu atau masalah keamanan dan juga pelatihan.

Proses dalam domain ini adalah :

· Menetapkan dan mengelola tingkat pelayanan

· Mengelola pelayanan kepada pihak lain

· Mengelola kinerja dan kapasitas

· Memastikan pelayanan yang kontinyu

· Memastikan keamanan sistem

 

d. Monitor and Evaluate (4 proses)

Merupakan domain yang memberikan pandangan bagi pihak manejemen berkaitan dengan kualitas dan kepatuhan dari proses yang berlangsung dengan kendali-kendali yang diisyaratkan.

Proses dalam domain ini sebagai berikut :

· Memonitor proses

· Menaksir kecukupan pengendalian internal

· Mendapatkan kepastian yang independen

 

-RISK MANAGEMENT-

 

Pada COBIT, secara khusus dibahas mengenai manajemen resiko pada proses PO9

 

Resiko adalah segala hal yang mungkin berdampak pada kemampuan organisasi dalam mencapai tujuannya. Framework manajemen resiko TI dengan menggunakan COBIT terdiri dari:

 

1.  Penetapan Objektif

Kriteria informasi dari COBIT dapat digunakan sebagai dasar dalam mendefinisikan objektif TI.

 

2.  Identifikasi Resiko

Identifikasi resiko merupakan proses untuk mengetahui resiko. Sumber resiko bisa berasal dari :

•  Manusia, proses dan teknologi

•  Internal (dari dalam perusahaan) dan eksternal (dari luar perusahaan)

•  Bencana (hazard), ketidakpastian (uncertainty) dan kesempatan (opportunity).

 

Dari ketiga sumber resiko tersebut dapat diketahui kejadian-kejadian yang dapat mengganggu perusahaan dalam mencapai objektifnya.

 

3.  Penilaian Resiko

Penilaian resiko merupakan proses untuk menilai seberapa sering resiko terjadi atau seberapa besar dampak dari resiko. Dampak resiko terhadap bisnis (business impact) bisa berupa: dampak terhadap financial, menurunnya reputasi disebabkan sistem yang tidak aman, terhentinya operasi bisnis, kegagalan aset yang dapat dinilai (sistem dan data), dan penundaan proses pengambilan keputusan.

 

Sedangkan kecenderungan (likelihood) terjadinya resiko dapat disebabkan oleh sifat alami dari bisnis, struktur dan budaya organisasi, sifat alami dari sistem (tertutup atau terbuka, teknologi baru dan lama), dan kendali-kendali yang ada. Proses penilaian resiko bisa berupa resiko yang tidak dapat dipisahkan (inherent risks) dan sisa resiko (residual risks).

 

4.  Respon Resiko

Untuk melakukan respon terhadap resiko adalah dengan menerapkan kontrol objektif yang sesuai dalam melakukan manajemen resiko. Jika sisa resiko masih melebihi resiko yang dapat diterima (acceptable risks), maka diperlukan respon resiko tambahan. Proses-proses pada framework COBIT (dari 34 Control Objectives) yang sesuai untuk manajemen resiko adalah :

•             PO1 (Define a Stretegic IT Plan) dan PO9 (Assess and Manage Risks)

•             AI6 (Manages Change)

•             DS5 (Ensure System and Security) dan DS11 (Manage Data)

•             ME1 (Monitor and Evaluate IT Performance)

 

5. Monitor Resiko

Setiap langkah dimonitor untuk menjamin bahwa resiko dan respon berjalan sepanjang waktu.


REFERENSI